Langkah-langkah Instalasi Linux Debian
6 Berbasis Teks Pada Vmware
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan
tentang bagaimana Langkah-langkah
Instalasi Linux Debian 6 Berbasis Teks Pada
Vmware, tapi sebelum itu
saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu debian.
Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian
Murdock seorang mahasiswa dari Universitas Purdue Amerika Serikat pada tanggal
16 Agustus 1993. Nama debian sendiri merupakan singkatan yang berasal dari nama
nya sendiri dengan mantan kekasihnya Debra Lynn yang kemudian disingkat menjadi
“Debian”.
Debian adalah sistem operasi berbasis open
source yang di kembangkan secara terbuka oleh banyak programmer sukarelawan
yang ingin mengembangkan debian. Sistem operasi debian adalah gabungan dari
perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan
kernel linux, sehingga popular dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi ini
yang menggunakan kernel linux merupakan salah satu distro linux yang popular
dengan kesetabilannya. Rata-rata distro turunan
dari debian adalah yang paling banyak digunakan di dunia antara lain :
Ubuntu, Linux Mint, dan Bactrack. Singkatnya, debian adalah salah satu sistem
operasi bebas dari distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
Sistem Operasi ini adalah salah satu sistem
operasi yang dapat digunakan untuk membuat sebuah server. Debian ini mempunyai
beberapa fitur yang dapat digunakan untuk membuat server antara lain : DNS
Server, Web Server, FTP, Mail Server, SSH, DHCP Server, Router, dan Samba.
Oke sekarang
langsung saja ke tutorialnya..
Langkah-langkah Instalasi Linux Debian
6 Berbasis Teks Pada Vmware
1.
Pada installer Boot Menu pilih
menu “Install” untuk menginstal
Debian dengan mode teks (bukan mode grafis/GUI) lalu klik Enter;


Gambar 1
2.
Pilih bahasa tampilan pada
proses installasi sesuai keinginan, disini saya menggunakan English lalu tekan Enter;

Gambar
2
3.
Pada
tahap ini adalah penentuan lokasi tempat tinggal anda, jika tidak ada dalam
daftar, maka kita pilih saja Other ,
lalu tekan Enter;

Gambar
3
4.
Pilih benua tempat tinggal
kamu, saya pilih Asia lalu tekan Enter;

Gambar
4
5.
Pilih negara tempat tinggal
kamu, saya memilih Indonesia karena
saya tinggal di Indonesia, setelah itu tekan Enter;

Gambar 5
6.
Pada Configure locales, pilih United
States karena telah umum digunakan, lalu
tekan Enter;

Gambar
6
7.
Selanjutnya
pada layout keyboard, pilih American
English lalu tekan Enter;

Gambar
7
8.
Pada tahap ini, pilih Go Back untuk melakukan proses
konfigurasi jaringan secara manual;

Gambar
8
9.
Selanjutnya pilih Configure
network manually untuk melakukan konfigurasi jaringan secara manual,
lalu tekan Enter;

Gambar
9
10.
Masukkan IP Address yang akan digunakan, sebagai contoh disini saya
menggunakan ip address kelas C 192.168.21.1
selanjutnya pilih <Continue lalu
tekan Enter;

Gambar
10
11.
Masukkan Subnet mask, karena ip
yang saya gunakan di atas merupakan ip kelas C, maka pada Netmask akan otomatis terisi 255.255.255.0 , pilih <Continue lalu tekan Enter;

Gambar
11
12.
Pada tahap Gateway, biasanya gateway
akan terisi secara otomatis, jika tidak terisi secara otomatis masukkan ip
gateway sesuai dengan IP Address yang telah diisikan sebelumnya, namun pada
bagian host terakhirnya ubah menjadi angka 1, tetapi karena pada tahap ip
address sebelumnya saya telah menyetting ip address 192.168.21.1 sehingga
bagian host terakhirnya biarkan tetap angka 1, selanjutnya pilih <Continue
lalu tekan Enter;

Gambar
12
13.
Begitupun pada tahap Name Server Addresses juga akan terisi
secara otomatis, jika tidak isi saja sama dengan gateway atau sama dengan IP
address yang digunakan server, selanjutnya pilih <Continue
lalu tekan Enter;

Gambar
13
14.
Isi Hostname dengan nama yang
diinginkan, pada windows istilah hostname sama dengan computer name. Sebagai contoh
saya menggunakan hostname dengan nama saya sendiri contoh: shulhu selanjutnya pilih <Continue
lalu tekan Enter;

Gambar
14
15. Masukkan Domain name, pada
bagian ini kamu bisa isi sama dengan hostname tetapi pada bagian belakangnya
harus diakhiri dengan .com atau .net atau .sch atau .co.id atau .org, dll. Contoh: shulhu.net , selanjutnya pilih <Continue lalu tekan Enter;

Gambar
15
16.
Masukkan root password (Administrator) , pada tahap ini password yang dimasukkan harus
benar-benar diingat dan jangan sampai lupa. Root password adalah
passwors untuk super user pada SO yang saat ini sedang kita install, jadi
istilah super user disini sama seperti sebuah Administrator pada SO windows. Selanjutnya
pilih <Continue lalu tekan Enter;

Gambar
16
17.
Masukkan kembali root
password yang telah dibuat untuk
verifikasi, selanjutnya pilih <Continue lalu tekan Enter;

Gambar
17
18.
Masukkan Nama lengkap untuk
user baru, tekan Tab pilih <Continue
lalu tekan Enter;

Gambar
18
19.
Masukkan username untuk akun
anda sesuai dengan yang diinginkan, agar lebih mudah saya menggunakan nama
depan saya. tekan Tab pilih <Continue
lalu tekan Enter;

Gambar
19
20.
Masukkan password untuk user
baru, tekan Tab pilih <Continue lalu tekan Enter;

Gambar
20
21.
Masukkan kembali password
sesuai dengan password yang telah dimasukkan pada user baru untuk verifikasi,
tekan Tab pilih <Continue lalu tekan Enter;

Gambar
21
22.
Konfigurasi zona waktu, pilih
kota sesuai dengan zona waktu di tempat tinggal kamu, atau jika tidak ada dalam
daftar pilih kota yang terdekat dengan tempat tinggal kamu, selanjutnya pilih <Continue
lalu tekan Enter;

Gambar
22
23.
Pilih hardisk yang diinginkan
untuk di partisi, Tekan Enter;

Gambar
23
24.
Pada Partition Disk, pilih All files one partition(recomemended for
new users) untuk menyimpan seluruh file dalam satu partisi, lalu tekan Enter;

Gambar
24
25.
Jika proses pemartisian telah
selesai selanjutnya pilih Finish
partitioning and write change to disk lalu tekan Enter;

Gambar
25
26.
Pilih Yes untuk menyimpan pengaturan pemartisian yang tadi telah kita
lakukan , lalu tekan Enter;

Gambar
26
27.
Tunggu proses nya hingga
selesai;

Gambar
27
28.
Jika ada pertanyaan Scan another CD or DVD pilih yes jika kamu mempunyai paket
repository lain pada debian, namun jika tidak pilih no, lalu tekan Enter;

Gambar
28
29.
Pilih NO pada penggunaan mirror network jika kamu tidak akan menggunakan jaringan lain pada SO yang kamu
install;

Gambar
29
30.
Pada pertanyaan Partisipate in the package usage surver, pilih
YES jika anda bersedia untuk ikut dalam
berpartisipasi dalam survey penggunaan paket, tunggu proses konfigurasinya hingga selesai;

Gambar
30
31. Pada tahap Software Selection, hilang kan tanda (*)
pada graphical desktop environment dengan cara menekan spasi, agar tidak menjadi mode graphic(GUI);

Gambar
31
Menjadi seperti ini;

Gambar
32
32.
System sedang memilih dan
menginstall software, tunggu prosesnya hingga selesai;

Gambar
33
33.
Pada pertanyaan Install the GRUB boot loader pilih YES lalu tekan Enter;

Gambar
34
34.
Instalasi telah selesai,
selanjutnya pilih <Continue lalu
tekan Enter maka Debian akan
melakukan proses restart secara otomatis;

Gambar
35
35.
Tunggu proses restart hingga
selesai, jika sudah selesai maka tampilannya akan jadi seperti ini, silahkan
login dengan user dan password user yang tadi telah anda buat, atau anda juga
bisa login sebagai root dengan memasukkan user: root dan password root yang tadi telah anda buat pada proses intalasi
agar anda mempunyai hak akses penuh
untuk mengonfigurasi semua user;

36.
Berikut adalah tampilan pertama
yang akan muncul pada Linux Debian 6 Berbasis Teks yang telah kita intall, dan
sekarang debian telah siap digunakan;

Sekian
tutorial tentang Langkah-langkah Instalasi Linux Debian 6 Berbasis Teks
Pada Vmware semoga dapat bermanfaat.. Selamat
mencoba!!
Belum ada tanggapan untuk "Langkah-langkah Instalasi Linux Debian Berbasis Text Pada VMware"
Posting Komentar